Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan

Dia menyampaikan, air bersih sudah minim sejak sebulan terakhir, tapi belakangan ini makin parah. Akibatnya, banyak warga harus beli air bersih.
"Untuk masak saja kita sulit. Kalau untuk mandi mungkin kita masih menahan diri bisa cari meski sedikit," katanya.
Dia berharap segera ada bantuan air bersih dari pemerintah.
Sebab, harga air bersih cukup mahal. Yakni, Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per tangki.
"Kalau bagi yang punya uang bisa beli. Tapi bagi yang kurang mampu terpaksa menunggu bantuan," ucapnya.
Warga lainnya, Alfian mengatakan, masjid di Desa Ambat tak lagi mendapatkan penyaluran air bersih. Pengurus masjid harus membeli air bersih untuk kebutuhan jemaah.
"Seminggu terakhir air semakin sulit. Di masjid sini sudah banyak beli," ucapnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Achmad Zainullah mengaku belum melakukan dropping air karena masih mendata daerah kekeringan.
"Kami masih proses pendataan, belum tuntas," ucapnya.
Dia menjelaskan, dropping air akan dilakukan setelah pendataan selesai. Data tersebut sebagai acuan BPBD untuk mengajukan anggaran penyaluran air bersih.
Total ada 76 desa tersebar di 13 kecamatan yang rawan terjadi kekeringan di Kabupaten Pamekasan. Empat kecamatan mengalami kering kritis, di antaranya di Kecamatan Waru, Batumarmar, Palengaan dan Kecamatan Pasean.
Sebelumnya: Batang Jadi Lokasi Akad Massal 62.000 KPR FLPP, Prabowo Bakal Hadir
Selanjutnya: Simak Harga Bekas Toyota Raize, mulai Rp 165 Jutaan
Artikel Terkait
- Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
- 13 Mahasiswa Indonesia Dapat Beasiswa SingCham 2026, Dubes Singapura Dorong Keterampilan Mandiri
- FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
- Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
- Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
- Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron
- Konflik di Adonara Timur, Pemkab Flores Timur: Mediasi Sudah Berulang Kali
- Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga
