7 Begal Diringkus Polda Jatim, 1 Tertabrak Mobil Petugas Saat Coba Melarikan Diri

Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap tujuh orang pelaku begal yang beraksi di Pasuruan dan Jember.
Tujuh pelaku itu bagian dari dua komplotan yang beraksi di 10 wilayah Jember dan Pasuruan. Satu komplotan merupakan spesialis pencurian kendaraan roda empat, satu lagi spesialis roda dua.
Kepala Subdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaidi Jumhur, mengatakan bahwa para pelaku ditangkap dalam operasi yang digelar selama sepekan terakhir.
“Dalam satu minggu ini, kami mengungkap dua kelompok di wilayah Pasuruan dan Jember. Kemarin, kita tangkap spesialis roda empat di Jember. Kelompok lainnya di Pasuruan anggotanya empat orang,” kata Jumhur, Kamis (16/7/2026).
Untuk melancarkan aksinya, menurut Jumhur, para pelaku kerap memainkan modus berpatroli. Mereka menargetkan kendaraan yang terparkir sembarangan dan disikat ketika korban lengah.
1 Pelaku Nekat Kabur, Berujung Tertabrak
Dari tujuh pelaku yang ditangkap, satu pelaku sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya. Pelaku tersebut ditangkap di Pasuruan dan sempat melarikan diri.
Saat keberadaannya terendus Kepolisian, pelaku nekat kabur. Alhasil, dia mengalami luka serius karena terserempet mobil petugas yang sedang mengejar.
“Kelompok Pasuruan ini agak keras, ada perlawanan. Saat mencoba melarikan diri, pelaku terjatuh dan menabrak mobil petugas. Jadi harus dirawat dulu karena lukaya cukup serius,” ujar Jumhur.
Mayoritas Pelaku Begal yang Ditangkap Residivis
Lebih lanjut, Jumhur mengatakan bahwa mayoritas pelaku pencurian ini merupakan residivis. Mereka pernah menjalani masa hukuman karena kasus kejahatan jalanan.
Satu pelaku spesialis roda empat asal Jember bahkan disebutkan sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Dia juga sempat buron dan ditangkap di Bali ketika menyamar sebagai buruh bangunan.
Para pelaku juga melemparkan barang bukti hasil curian ke dua penadah di wilayah Probolinggo dan Pasuruan. Polisi masih melakukan pencarian.
“Rata-rata residivis semua. Kami masih melakukan pengembangan lanjut ke wilayah lain, termasuk memburu dua orang penadah di Probolinggo dan Pasuruan,” pungkasnya.
Sebelumnya: Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka
Selanjutnya: Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah
Artikel Terkait
- The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
- SDN Tlogo 2 Blitar Tak Masalah Berdampingan dengan Gerai KDMP
- Fenomena Gunung Gundul di Korea Viral, Tarik Gen Z dan Turis Asing
- Korban Kericuhan Konser Denny Caknan Membaik, Armuji: Saya Lega
- KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
- Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
- IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,10 Persen ke 6.108, Rupiah Ikut Menguat
- Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Tak Sangka Pesannya Bikin Heboh, Kini Menyesal
