Warganya Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, India Protes Keras Iran!

Pemerintah India memanggil diplomat senior Iran di New Delhi, ibu kota India pada Selasa untuk memprotes serangan terhadap dua kapal komersial di Selat Hormuz. Serangan rudal Iran itu menewaskan seorang pelaut asal India dan melukai beberapa orang lainnya.
Kementerian Luar Negeri India, seperti dilansir AFP, Selasa , mengatakan pihaknya telah memanggil wakil kepala perwakilan Kedutaan Besar Iran di New Delhi untuk menyampaikan "protes keras" terhadap serangan yang dilaporkan terjadi pada Selasa pagi tersebut.
Kedua kapal tersebut membawa total 46 awak, termasuk 30 warga negara India, yang menurut Kementerian Luar Negeri India, salah satunya "secara tragis kehilangan nyawa".
"India sangat prihatin atas serangan terhadap dua kapal, MT Al Bahiyah dan MT Mombasa, saat melintasi Selat Hormuz hari ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.
Kedutaan Besar Iran menolak berkomentar saat dihubungi oleh AFP.
India dan Iran memiliki hubungan yang telah lama terjalin, berakar pada hubungan budaya dan perdagangan selama berabad-abad.
Serangan Iran pada Selasa itu terjadi setelah AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik kedua negara.
India merupakan salah satu kontributor pelaut terbesar untuk pelayaran niaga di seluruh dunia, dengan lebih dari 320.000 pelaut aktif pada tahun 2025.
Kementerian Luar Negeri India juga menyerukan penghentian kekerasan segera dan dimulainya kembalinya dialog serta diplomasi "sesuai dengan hukum internasional".
Sebelumnya, sebuah kapal komersial lainnya yang mengangkut 11 warga negara India diserang di lepas pantai Oman pada Minggu waktu setempat. Sebanyak 10 orang di antaranya berhasil diselamatkan, namun satu orang dinyatakan hilang.
Simak Video 'Trump Blokade Selat Hormuz-Pasang Tarif 20%: Kita Melindungi Qatar cs':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit
Selanjutnya: Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
Artikel Terkait
- Pegadaian Dorong Green Tourism Yogyakarta Lewat Becak Kayuh Listrik
- Titik Api Kembali Muncul di Sumsel, 35 Hektare Lahan Terbakar
- Inggris di Depan Kebesaran Messi, Waktunya Sepak Bola Pulang Kampung
- Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan
- Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
- Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
- Siap Produksi, Ini Bocoran Paten Honda V3R Pakai Supercharger
- Garda Prabowo: Tiyo Ardianto Cerdas tapi Salah Teman
