Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran

Rentetan serangan terbaru Amerika Serikat menghantam kota pelabuhan Bushehr di Iran bagian selatan, yang merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil di negara tersebut.
Serangan terhadap kota tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu , dilaporkan oleh Gubernur Bushehr Mohammad Mozafari saat berbicara kepada kantor berita IRNA pada Rabu waktu setempat.
"Musuh Amerika menyerang tiga lokasi di Bushehr hari ini," kata Mozafari kepada IRNA.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah serangan AS sebelumnya juga menghantam kota yang sama, di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Teheran dan Washington.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA pada Selasa waktu setempat, Wakil Gubernur Provinsi setempat, Ehsan Jahanian, mengatakan bahwa "empat titik di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh pada siang hari". Jahanian menuding AS sebagai dalang serangan tersebut.
Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan AS yang menghantam kota Bushehr tersebut.
Pusat Komando AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Anadolu Agency, mengumumkan pada Selasa malam bahwa pasukannya telah merampungkan rentetan serangan tambahan terhadap Iran.
CENTCOM menyebut serangannya yang berlangsung selama tujuh jam tersebut, telah menghantam "puluhan target militer" di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Rentetan serangan udara itu dilancarkan pada hari yang sama saat pasukan AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintasi dari dan ke pelabuhan dan area pesisir Iran.
"Pasukan AS tetap waspada, mematikan, dan siap melaksanakan operasi yang diperintahkan oleh Panglima Tertinggi," tegas CENTCOM, merujuk pada Presiden AS Donald Trump sebagai "Panglima Tertinggi".
Trump Ancam Bombardir Pembangkit Nuklir-Jembatan Iran
Pada Selasa , Trump memperingatkan Iran bahwa serangan AS akan terus berlanjut dan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan. Trump mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran, kecuali negara itu bersedia kembali ke meja perundingan.
"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini. Kemudian kita akan menghantam mereka dengan sangat keras besok malam. Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras pada malam berikutnya," ucapnya dalam wawancara dengan media AS Fox News.
"Lalu pekan depan, situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka, karena pekan depan giliran pembangkit listrik yang ditargetkan. Pekan depan giliran jembatan-jembatan. Kita akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kita akan menghancurkan semua jembatan mereka, kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan," tegas Trump.
Simak Video 'Ditanya Sampai Kapan Serang Iran, Trump: Lanjut Hingga Kubilang Cukup':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Nasib Pilu Roma, Orangtuanya Tewas Dalam Kecelakaan Sibolangit Saat Mau Antar Adik Kuliah
Selanjutnya: Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks
Artikel Terkait
- Pantai Mliwis Kebumen, Surga Tepi Laut yang Gratis Tiket Masuk
- Kandang Ayam 4 Hektar Dikeluhkan Warga Ciputat, Kuasa Hukum: Izin Kami Sudah Lengkap
- Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
- AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
- Trump Ngamuk Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Ancam Kenakan Tarif
- Prilly Latuconsina Liburan ke Kalibiru, Angin Segar untuk Wisata Kulon Progo
- Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
- Tak Ingin Pengendara Celaka, Pemulung di Padang Tambal Jalan Rusak dengan 60 Karung Puing Bangunan
