AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal

Amerika Serikat kembali menyerang Iran. Serangan itu diklaim sebagai balasan setelah dua prajurit AS tewas akibat serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Iran di Yordania.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu , militer AS menyatakan telah memulai serangan udara baru terhadap Iran untuk 'dengan cepat menghukum' negara itu karena telah membunuh anggota militer Amerika.
"Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam," kata Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X.
CENTCOM mengumumkan sebelumnya bahwa dua anggota militer AS tewas dan satu hilang dalam pertempuran. Ini menandai korban jiwa militer Amerika pertama akibat tembakan Iran sejak Maret.
"Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian keterangan CENTCOM.
Sementara itu, empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas prajurit AS yang tewas maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.
Sebelumnya, Iran mengancam akan melanjutkan 'operasi serangan berskala penuh' jika AS terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut. Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Lihat juga Video: AS Hancurkan Jembatan di Iran, Termasuk Kejahatan Perang?
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
Selanjutnya: Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
Artikel Terkait
- Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang
- Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
- Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina
- Tri Tito Sebut Sinergi Pemda-TP PKK Percepat Program Prioritas di Grassroots
- Mayoritas Pedagang E-commerce Belum Punya NIB, Ini Alasannya
- Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
- Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?
- Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah
