Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu

Gelombang panas yang melanda sebagian besar Eropa Barat kembali memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah. Di Prancis, kebakaran hutan di dekat Paris memaksa penutupan jalan raya, sementara di Spanyol jumlah korban tewas akibat salah satu kebakaran hutan paling mematikan tahun ini meningkat menjadi 13 orang.
Dilansir Reuters, Senin , Eropa Barat kini tengah menghadapi gelombang panas ketiga pada musim panas tahun ini. Vegetasi yang mengering akibat cuaca ekstrem serta suhu tinggi memicu kebakaran hutan dari Semenanjung Iberia hingga Prancis.
Sebagian besar ilmuwan menilai perubahan iklim menjadi faktor yang memperburuk frekuensi dan intensitas kebakaran hutan di kawasan tersebut.
Di Prancis, ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang dengan cepat menyebar di kawasan hutan Fontainebleau, sekitar 70 kilometer di selatan Paris. Kawasan itu dikenal sebagai lokasi salah satu istana kerajaan Prancis yang bersejarah.
Kebakaran tersebut menyebabkan jalan tol A6 yang menghubungkan Paris dengan Lyon dan wilayah selatan Prancis ditutup sementara. Sejumlah layanan kereta cepat juga mengalami gangguan akibat kebakaran di sekitar jalur rel.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengungkap dugaan kalau kebakaran disengaja. "Terdapat sekitar 10 titik awal kebakaran dalam radius 1.000 meter, yang menunjukkan kemungkinan api sengaja dinyalakan," ujar Nunez.
Sementara itu di Spanyol, jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan besar di Provinsi Almeria bertambah menjadi 13 orang setelah seorang perempuan warga negara Inggris berusia 93 tahun meninggal dunia akibat luka bakar. Hingga Senin, otoritas setempat juga masih mencari 10 orang yang dilaporkan hilang.
Di sisi lain, para ilmuwan yang memantau angka excess deaths atau kematian berlebih mencatat ribuan kematian tambahan selama gelombang panas yang melanda Eropa dan Inggris pada akhir Juni lalu.
Otoritas cuaca Prancis menyebut sekitar 26 juta penduduk berada di bawah peringatan gelombang panas tingkat merah pada Senin, termasuk wilayah metropolitan Paris. Gelombang panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan pekan.
Gelombang panas juga diperkirakan segera melanda Italia dan berlangsung setidaknya selama sepekan. Ahli meteorologi memperkirakan suhu di wilayah pedalaman Pulau Sardinia dapat mencapai 42 hingga 43 derajat Celsius pada Selasa .
Simak Video 'Cegah Kena ISPA Saat Cuaca Ekstrem, Lakukan Hal Ini!':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Sebelum Tabrak Truk di Tol Malang-Pandaan, Pengemudi CR-V Sempat Diklakson Rombongan
Selanjutnya: 3 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 20-26 Juli 2026, Ada Leo
Artikel Terkait
- 4 Orang Masih Terjebak di Ledakan Grand Polonia Medan, 2 Sudah Dievakuasi
- Sekolah Rakyat Jember Punya Lapangan Berstandar FIFA, Siswa Baru Takjub
- Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
- Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
- Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap
- Demi Bisa Kuliah Lagi, Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Bertemu Dedi Mulyadi
- BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
- Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
