Polisi Tangkap Lagi 4 Pemerkosa Gadis Sampang, 2 Orang Masih di Bawah Umur

Polisi kembali menangkap empat pelaku pemerkosaan terhadap gadis berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Total saat ini ada 17 orang yang sudah ditangkap.
"Saya sampaikan perkembangan kasus rudapaksa dengan 27 tersangka sampai saat ini sudah kita amankan sebanyak 17 tersangka dengan 16 orang pelaku. Artinya, ada satu pelaku yang menjadi tersangka 2 kasus," kata Kapolres Sampang AKBP Hartono, dilansir detikJatim, Senin .
Hartono mengatakan, dari empat pelaku yang baru ditangkap, dua orang masih berstatus anak di bawah umur. Mereka ditangkap oleh tim gabungan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Polda Jatim.
"Dua pelaku lainnya diamankan gabungan dari Ditres PPA dan PPO Polda Jatim bersama Polres Sampang." ujarnya.
Sejauh ini ada 17 pelaku yang sudah ditangkap. Sementara 10 lainnya saat ini masih berstatus buron dan masuk daftar pencarian orang .
Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, tindakan asusila ini ternyata tidak hanya terjadi sekali, melainkan sudah berlangsung enam kali dalam kurun Februari-Juni 2026. Para pelaku melancarkan aksi bejatnya di beberapa lokasi yang tersebar di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Sampang, Camplong, dan Omben.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat juga Video 'Detik-detik Penangkapan Ayah Tiri Bejat di Sampang!':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Jelang Banyuwangi Ethno Carnival, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Membeludak
Selanjutnya: Soal Kopdes Kelola Tambang, Bahlil: Harus Memenuhi Syarat
Artikel Terkait
- Mendagri Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah lewat Sistem dan Sikap Integritas
- Kritik Pedas Legenda Liverpool: Declan Rice Lebih Cocok Jadi Bek Tengah
- Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
- Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
- Andre Rosiade Serahkan Ambulans untuk Warga Pagambiran, Tegaskan Hadir dengan Kerja Nyata
- Empat Orang Masih Terjebak di Rumah Mewah yang Hancur akibat Ledakan di Medan
- Iran Diduga Lacak Ponsel Tentara AS, Manfaatkan Celah Telekomunikasi
- Paradoks Akreditasi Kampus di Era Disrupsi
