Bukan Jadi Siomay, Ikan Sapu-sapu Diolah untuk Pakan Maggot di Jakbar

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menyerahkan hasil tangkapan ikan sapu-sapu kepada dinas terkait untuk dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan kebutuhan penelitian.
Penangkapan sapu-sapu dilakukan di Kali Banjir Kanal Barat, Jatipulo, Palmerah.
"Hasil tangkapan diserahkan kepada Dinas PPKUKM DKI Jakarta untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot dan penelitian," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Betty Rahmawati saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (Jumat (17/7/2026).
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota.
Kegiatan itu merupakan operasi ke-12 yang dilaksanakan di wilayah Jakarta Barat.
"Operasi ini melibatkan 18 personel gabungan dengan dukungan perahu karet milik UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta," ujar dia.
Dalam operasi tersebut, petugas menangkap ikan sapu-sapu dengan total berat tujuh kilogram.
Diketahui, ikan sapu-sapu memiliki sifat invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain.
Selain itu, spesies ikan tersebut membuat lubang pada dinding turap yang membuat turap cepat rapuh.
Ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan makanan olahan seperti siomay.
Padahal, ikan itu bisa mengandung bakteri E. coli atau Salmonella hingga logam berat seperti timbal.
Sebelumnya: Reza Arap Ungkap Alasan Aloy Tak Pernah Ikut Promo Harusnya Horror
Selanjutnya: Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif
Artikel Terkait
- Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
- Pria di Bandung Tewas Ditusuk Saat Tagih Utang Rp 200 Ribu
- Lahan Cengkeh dan Durian 3,5 Hektare di Gayam Trenggalek Terbakar, Damkar Butuh 3 Jam Padamkan Api
- Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi
- NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
- Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
- Bocoran Isuzu di GIIAS 2026: Siapkan 5 Kendaraan Niaga
- Legislator Nilai Pencegahan Karhutla Masih Belum Optimal`
