Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung

Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 2,9 terjadi pada pukul 10.10 WIB. Pusat gempa berada sekitar 6 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 7 kilometer.
Hampir dua jam kemudian, tepatnya pukul 11.58 WIB, gempa kedua berkekuatan M 3,0 kembali mengguncang wilayah tersebut. Episentrumnya berada sekitar 4 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran dirasakan di dalam rumah
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, kedua gempa dirasakan di wilayah Bukittinggi dengan intensitas II-III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Guncangan diibaratkan seperti truk besar yang sedang melintas sehingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat dua gempa tersebut.
Aktivitas Gunung Marapi tidak terpengaruh
Gempa yang terjadi sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat karena Bukittinggi berada tidak jauh dari Gunung Marapi yang saat ini berstatus Level II (Waspada).
Namun, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Ahmad Rifandi memastikan dua gempa tektonik tersebut tidak memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Marapi.
"Dua gempa tektonik yang terjadi di Bukittinggi sejauh ini tidak berdampak pada aktivitas Gunung Marapi," kata Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa secara teori gempa tektonik memang dapat memengaruhi sistem gunung api, tetapi dampaknya tidak selalu terjadi secara langsung.
Menurut Ahmad, erupsi gunung api umumnya dipicu oleh pergerakan magma menuju permukaan yang ditandai munculnya gempa vulkanik. Sementara itu, gempa tektonik disebabkan oleh pergerakan sesar atau patahan bumi.
"Kalau erupsi biasanya dipengaruhi oleh pergerakan magma ke permukaan yang ditandai dengan gempa-gempa vulkanik. Sedangkan gempa tektonik itu biasanya disebabkan oleh pergerakan sesar (patahan bumi)," ujarnya.
Warga diminta tetap waspada
Meski kondisi dinyatakan aman dan terkendali, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sementara itu, Pos PGA Marapi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi radius bahaya Gunung Marapi.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan terlarang di sekitar kawah aktif Gunung Marapi.
Sebelumnya: Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
Selanjutnya: SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, Kemendikti Sambut Siswa di Konawe Selatan dan Bulungan
Artikel Terkait
- Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan
- Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan
- Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
- Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah
- Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
- Bio Farma Luncurkan Vaksin Demam Tifoid, Bisa Diberikan Mulai Usia 6 Bulan
- Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin
- Misteri Kerangka Tanpa Kepala di Pantai Legundi, Polisi Duga Korban Meninggal akibat Tenggelam
