Kunjungi Padang, Dedi Mulyadi Pilih Naik Taksi Dibanding Mobil Dinas

Dedi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), tiba di Auditorium UNP sekitar pukul 09.50 WIB mengenakan pakaian serba putih yang dipadukan dengan totopong atau ikat kepala khas Sunda.
Setibanya di lokasi, ia menyapa dan berbincang dengan sejumlah kader KAHMI sebelum memasuki ruang acara.
Hanya hadiri Muswil KAHMI
Dedi mengatakan tidak memiliki agenda lain selama berada di Sumatera Barat selain menghadiri pembukaan Muswil VII KAHMI.
Ia mengaku akan langsung kembali ke Jawa Barat setelah menghadiri kegiatan tersebut.
"Habis ini pulang lagi jam 11.00 WIB," ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan agenda tambahan di Padang, Dedi menegaskan tidak ada kegiatan lain.
"Tidak ada kegiatan lain, hanya hadir untuk ini," katanya.
Soroti pembangunan berbasis pariwisata dan budaya
Muswil VII KAHMI Sumatera Barat diikuti ratusan kader KAHMI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar, serta Rektor Universitas Negeri Padang beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan pandangannya mengenai arah pembangunan daerah.
Menurut dia, sektor pariwisata dan kebudayaan perlu dikembangkan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Ia juga mengingatkan agar daerah tidak bergantung pada eksploitasi sumber daya alam sebagai penopang utama pembangunan.
Sebelumnya: Aksi Vokalis The Neighbourhood Buka Baju di Atas Panggung Bikin Penonton Histeris
Selanjutnya: Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA
Artikel Terkait
- Jadwal Piala Presiden Elite 2026 Mulai 25 Juli, Persib Vs Arema Jadi Laga Pembuka
- AS Naikkan Tarif Impor Brasil Jadi 25 Persen, Sengketa Dagang Memanas
- Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau
- Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
- KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang
- Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
- Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan
- DPD Pastikan Aspirasi Daerah Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan
