Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap pria inisial SD yang diduga sebagai bandar narkoba di Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Petugas terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas peluru karena tersangka melawan saat hendak ditangkap.
Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka kerap melakukan transaksi narkoba. Tim kemudian melakukan penyelidikan dengan undercover buy di Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, pada Kamis malam.
Sekitar pukul 22.10 WIB, SD datang ke lokasi yang telah disepakati bersama seorang rekannya. Saat petugas berusaha melakukan penangkapan, kedua pelaku langsung melakukan perlawanan.
"Salah seorang pelaku menyerang personel opsnal Subdit II menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban mengalami luka gores di bagian perut dekat pusar," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira dalam keterangannya, Sabtu .
Personel lain yang berada di lokasi segera memberikan bantuan. Karena pelaku terus melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan petugas, polisi akhirnya memberikan tindakan tegas dan terukur hingga pelaku berhasil dilumpuhkan dan diamankan.
Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 50 butir pil ekstasi berbagai warna dan merek yang disimpan di dalam sebuah kotak obat. Selain itu, polisi juga mengamankan satu bilah pisau cutter yang digunakan saat melakukan penyerangan terhadap petugas, serta dua unit telepon seluler.
Sementara itu, seorang pelaku lain berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Personel Ditresnarkoba yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sedangkan SD yang mengalami luka tembak juga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau.
"Tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Ditresnarkoba Polda Riau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran," pungkasnya.
Sebelumnya: BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumut dan Sulsel Meski Lagi Kemarau
Selanjutnya: Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
Artikel Terkait
- Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang di Desa
- Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
- Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
- Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?
- Panglima Klaim TNI Dukung 55,24 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026
- AS-Iran Perang Lagi, 18 Maskapai Ini Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah
- Sirop Tumpah yang Bikin Gelombang Dahsyat Seperti Tsunami
- Geledah 3 Rumah Tersangka, KPK Sita Dokumen Terkait Pemerasan Bupati Sukoharjo
