Lari Sambil Dorong Stroller, Tren Baru Orang Tua Muda Jakarta Jaga Kebugaran

Beberapa warga Jakarta terlihat asik berlari sambil mendorong anak di atas stroller ketika berkunjung ke area Car Free Day (CFD) di Jalam K.H. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026) pagi.
Beberapa dari mereka yang membawa anak dengan stroller ke area CFD ada yang mengenakan pakaian olahraga lengkap dengan sepatu, topi, dan kacamata hitam.
Mereka mendorong stroller yang dinaiki buah hatinya sambil berlari santai di area CFD.
Tak jarang, mereka juga sambil bernyanyi atau berkomunikasi dengan anaknya sepanjang perjalanan.
"Sebagai ibu kan harus manfaatin waktu ya, gimana caranya bisa tetap olahraga dan sehat cuma enggak ninggalin anak. Salah satunya ya lari sambil dorong stroller jadi trend baru juga kan," ucap salah satu ibu Sari (31) ketika dijumpai Kompas.com di lokasi, Minggu.
Warga Jakarta Selatan itu mengaku, lebih tenang membawa anaknya ketika berolahraga, dibandingkan harus meninggalkannya di rumah.
Sebab, pada hari Senin hingga Jumat, Sari harus meninggalkan putrinya di rumah, karena bekerja ke kantor.
Oleh karena itu, ketika hari libur, ia tak mau meninggalkan anaknya, meski untuk sekedar berolahraga.
"Lagian kan juga anak jadi sehat, mereka senang dibawa ke tempat umum bebas kendaraan, jadi udaranya masih cukup aman lah," ujar dia.
Sementara orangtua lain, Dendi (35) dan Ita (24), memilih untuk berpakaian santai tanpa sepatu olahraga ketika mendorong anaknya dengan stroller di area CFD.
"Kalau kita sih olahraganya jalan santai aja sih sambil dorong stroller biar sehat juga, terus sambil jajan-jajan," ungkap Dendi di lokasi.
Dendi sengaja mengajak istri dan anaknya ke CFD agar bisa mengirup udara lebih segar, karena jika hari biasa berjalan-jalan lebih berpotensi terpapar polusi.
Tak hanya itu, mereka juga ingin agar anaknya terbiasa berada di tempat umum dan bertemu banyak orang.
"Diajak ke CFD biar anak dari kecil terbiasa juga berada di tempat umum, ketemu banyak orang. Kalau CFD kan lingkungan aman, jarang asap rokok juga," ucap Dendi.
Sebelumnya: Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
Selanjutnya: BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun
Artikel Terkait
- Analisis DNA Bantah Teori Pembunuhan dalam Keluarga Medici
- Pengemudi Ojek Ditembak Maling Motor Saat Coba Tangkap Pelaku di Matraman Jaktim
- Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih
- Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?
- Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
- Remaja Putri Usia 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Embung Desa Kertanegara Indramayu
- Survei: Warga AS Makin Pesimistis terhadap Ekonomi Meski Inflasi Melandai
- Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara
